Kesehatan

6 Penyebab Penyakit Jantung Koroner – Penyempitan Arteri Penyebab Kematian


Penyakit jantung banyak sekali jenisnya, salah satunya adalah penyakit jantung koroner. Tetapi apapun bentuknya, masalah kesehatan yang satu ini sangatlah berbahaya karena telah menjadi penyebab kematian nomor 1 di dunia.

6 Penyebab Penyakit Jantung Koroner – Penyempitan Arteri Penyebab Kematian

6 Penyebab Penyakit Jantung Koroner – Penyempitan Arteri Penyebab Kematian

Salah satu dampak paling berbahaya dari penyakit ini adalah ketika arteri yang menyempit akan menghalangi aliran darah ke otot jantung dan seluruh bagian tubuh. Seiring dengan berjalannya waktu, penyakit jantung koroner dapat melemahkan otot jantung dan gagal jantung pun bisa terjadi.

Ada beberapa gejala dan tanda seseorang telah terkena gagal jantung, diantaranya:

  • Sesak nafas (dispnea)
  • Kelelahan dan kelemahan
  • Pembengkakan (edema) di area tungkai, pergelangan kaki, dan kaki secara keseluruhan
  • Detak jantung cepat atau tidak beraturan
  • Berkurangnya kemampuan untuk dapat beraktivitas fisik
  • Batuk terus menerus, kadang disertai dengan mengi dan dahak berwarna putih atau merah muda seperti darah.

Jadi, sebelum penyakit jantung koroner tersebut bisa mengakibatkan komplikasi atau bahkan kematian, pastikan kamu mengenali hal-hal yang bisa menyebabkan hal itu terjadi agar bisa diatasi atau bahkan dihindari secara total.

Adapun beberapa penyebab seseorang terkena penyakit jantung koroner sudah kami tuliskan di bawah ini secara lengkap.

1. Merokok

Penyebab utama seseorang terkena penyakit jantung koroner, tidak lain dan tidak bukan, adalah kebiasaan merokok. Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa penyakit jantung koroner terjadi ketika arteri yang membawa darah ke otot jantung menjadi terhambat akibat arteri yang menyempit atau tersumbat oleh gumpalan dan plak.

Bahan kimia dalam asap rokok sendiri bisa menyebabkan darah kita menjadi menebal dan membentuk gumpalan di dalam pembuluh darah serta arteri.

Penggumpalan darah tersebut dapat menghalangi aliran darah sebagian atau bahkan seluruhnya. Seiring waktu, maka kebiasaan merokok dapat berkontribusi terhadap aterosklerosis. Resiko menderita dan meninggal akibat serangan jantung dan serangan jantung pun akan meningkat drastis.

Fakta lain menyebutkan bahwa merokok merupakan faktor resiko terkuat yang mendatangkan penyakit jantung koroner. Sejumlah studi epidemiologi bahkan telah menunjukkan bahwa adanya hubungan yang kuat antara merokok dan aterosklerosis, infark miokard, dan kematian akibat penyakit jantung koroner.

2. Hipertensi

Hubungan antara tingginya tekanan darah dan penyakit jantung koroner sudah seringkali terlibat antara satu sama lain. Ada beberapa mekanisme patofisiologis yang menghubungkan antara kedua penyakit tersebut.

Misalnya, hipertensi dapat menyebabkan disfungsi endotel, memperparah proses aterosklerotik, dan berkontribusi terhadap produksi plak di dalam tubuh.

Hipertensi juga dapat merusak arteri kamu dengan membuatnya menjadi kurang elastis, yang menurunkan aliran darah dan oksigen ke jantung sehingga menyebabkan penyakit jantung.

Kenyataannya, hipertensi merupakan sebuah kondisi yang membuat jantung kamu bekerja lebih keras daripada biasanya. Jika tidak segera diobati, maka bisa menyebabkan luka dan merusak arteri sehingga memicu serangan jantung, stroke, gagal ginjal, kerusakan mata, gagal jantung, dan penumpukan lemak di arteri.

3. Kadar Kolesterol Tinggi

Bahkan resiko utama dari tingginya kadar kolesterol dalam darah adalah munculnya penyakit jantung koroner. Tingkat kolesterol kamu tentunya sangat berkaitan erat dengan peluang terkena penyakit jantung yang mematikan.

Jika kadar kolesterol kamu tak terkendali, maka bisa menumpuk di dinding arteri. Penumpukan inilah yang sering kita sebut sebagai aterosklerosis.

Terdapat sebuah tes yang disebut sebagai panel lipid atau profil lipid, demi mengukur kadar lemak dalam darah kamu. Hasil pengukuran tersebut kemudian bisa menunjukkan apakah kamu tengah beresiko terkena serangan jantung, penyakit koroner, atau penyakit jantung lainnya.

Itu artinya, kadar kolesterol atau lemak dalam darah kita benar-benar menentukan kesehatan dan masa depan jantung kita dalam jangka panjang.

4. Diabetes

Selain hipertensi, kadar glukosa yang tinggi dalam darah pun ternyata bisa merusak dinding arteri secara signifikan, sehingga membuatnya lebih mungkin mengembangkan timbunan lemak yang disebut sebagai ateroma.

Jika ateroma tersebut menumpuk di arteri koroner (sejenis arteri yang memasok darah yang kaya oksigen ke jantung), maka penyakit jantung koroner dan serangan jantung pun seringkali tak bisa dihindari.

Semakin lama kita menderita diabetes, maka semakin tinggi pula kemungkinan terkena penyakit jantung yang mematikan. Penyakit jantung terkait diabetes bahkan cenderung tidak mengenal usia, dan bisa menyerang dimulai pada usia remaja.

5. Gaya Hidup Mager

Diperkirakan bahwa sekitar 35% kematian terkait penyakit jantung koroner ternyata disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik. Sayangnya, gaya hidup masyarakat modern saat ini lebih banyak membuat mereka duduk lebih lama sambil memainkan gadget atau bekerja di depan komputer.

Pasalnya, ketika kita duduk dalam jangka waktu yang lama, maka aliran darah pun akan melambat dan memungkinkan asam lemak menumpuk di pembuluh darah. Kondisi ini nantinya akan meningkatkan resiko terkena penyakit jantung, sebagai akibat dari kemampuan tubuh dalam mengolah lemak menjadi menurun drastis.

6. Memiliki Faktor Resiko Terkait Penyakit Jantung

Selain kelima penyebab utama di atas, ada pula faktor resiko yang bisa meningkatkan kamu terkena penyakit jantung koroner mematikan.

Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Faktor Usia. Semakin bertambahnya usia kita, maka semakin rentan pula arteri kita terkena berbagai macam gangguan, seperti kerusakan dan menyempitnya aliran darah.
  • Jenis Kelamin. Para pria lebih beresiko terkena dibandingkan dengan kaum wanita.
  • Faktor Keturunan. Jika orang tua kamu memiliki riwayat penyakit jantung atau bahkan serangan jantung, resiko kamu terkena pun akan semakin tinggi, terutama jika sudah menginjak usia antara 55 dan 65 tahun.
  • Obesitas. Kegemukan dan obesitas merupakan faktor resiko yang bisa menyerang secara independen, sehingga meningkatkan resiko kamu terkena penyakit jantung koroner. Fakta menyebutkan bahwa lebih dari 80% penderita PJK cenderung memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
  • Stres. Kondisi mental yang satu ini bisa meningkatkan peradangan di dalam tubuh kamu, sehingga mengundang beberapa penyakit berbahaya termasuk tekanan darah tinggi, penurunan kolesterol baik HDL, diabetes, atau bahkan penyakit jantung koroner itu sendiri.
  • Pola Makan yang Buruk. Diet atau pola makan juga sangatlah memainkan peran penting terhadap kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan. Terdapat beberapa makanan yang bisa meningkatkan tekanan darah, diabetes, dan kolesterol. Kondisi inilah yang nantinya akan menyebabkan kamu terkena penyakit jantung koroner mematikan.
  • Apnea Tidur. Penyakit gangguan tidur ini juga bisa mengundang munculnya penyakit arteri koroner, gagal jantung kongestif, dan stroke.
  • Homosistein. Zat ini sebenarnya merupakan asam amino yang digunakan tubuh kita untuk membuat protein dan memelihara jaringan. Namun jika kadarnya terlalu tingi, maka bisa meningkatkan resiko penyakit jantung koroner.
  • Preeklampsia. Kondisi meningkatnya tekanan darah pada ibu hamil ini juga bisa menjadi begitu berbahaya ketika sudah mempengaruhi jantung.
  • Penyakit Autoimun. Beberapa jenis penyakit terkait imunitas seperti rheumatoid arthritis dan lupus (bersama dengan kondisi peradangan lainnya) juga bisa meningkatkan kamu terkena aterosklerosis.

Penyakit ini bisa datang kapan saja dan dimana saja, tanpa mengenal usia. Parahnya, kita tidak bisa mencegah penyakit jantung koroner sepenuhnya. Tetapi, kamu masih bisa mengurangi resikonya dengan cara berhenti merokok, serta menjalani gaya hidup dan pola makan yang sehat.

Kesehatan
8 Menu Berbuka Puasa yang Sehat, Lezat, Praktis, Simpel
Kesehatan
10 Manfaat Temulawak untuk Kesehatan dan Cara Mengolahnya
Kesehatan
Sebutkan Ciri-Ciri Lingkungan yang Sehat dan Manfaatnya
There are currently no comments.