Kesehatan

6 Tanda Terkena PCOS – Muncul Dimulai Usia Remaja


PCOS (polycystic ovary syndrome) atau sindrom ovarium polikistik merupakan sejenis kelainan hormonal yang umum terjadi pada wanita di usia subur. Salah satu tanda dan gejala klasik dari penyakit ini berupa durasi menstruasi yang tak normal (bisa jarang atau malah berkepanjangan) atau memiliki kadar hormon pria berlebih (androgen).

Penderita PCOS seringkali mengembangkan banyak sekali sekumpulan kecil berisi cairan (folikel) dan gagal melepaskan sel telur secara teratur.

6 Tanda Terkena PCOS – Muncul Dimulai Usia Remaja

6 Tanda Terkena Pcos – Muncul Dimulai Usia Remaja

6 Tanda Terkena Pcos – Muncul Dimulai Usia Remaja

Sayangnya, sampai saat ini belum ada obat yang khusus untuk menangani PCOS. Parahnya, penyakit ini pun tidak bisa hilang dengan sendirinya. Bahkan setelah seseorang memasuki periode menopause pun, para penderitanya bisa tetap memiliki tingkat androgen yang tinggi.

Itu artinya, resiko seseorang menderita PCOS bisa terjadi seumur hidup tanpa bisa diobati. Tetapi bukan berarti gejalanya tak bisa kamu tekan dengan pengobatan-pengobatan tertentu.

Adapun beberapa gejala dan tanda kamu terkena PCOS sudah kami jelaskan di bawah ini secara lengkap.

1. Siklus Menstruasi yang Tak Teratur

Seperti yang sudah disebutkan di atas, kondisi siklus menstruasi kamu saat ini bisa menjadi diagnosa paling akurat dari penyakit yang satu ini. Bahkan seseorang seringkali ditetapkan memiliki PCOS ketika memiliki dua tanda berikut:

  • Menstruasi tidak teratur
  • Siklus menstruasi yang jarang atau berkepanjangan.

Misalnya jika dalam setahun ini kamu hanya mengalami kurang dari 9 kali menstruasi, maka bisa jadi itu tanda besar dari PCOS. Bisa juga datang dengan gejala menstruasi yang teramat berat.

Hal ini terjadi akibat ada banyaknya folikel yang belum matang dan sel telur yang tidak berhasil dilepaskan. Akibatnya, kadar progesteron dalam tubuh kamu akan terlalu rendah, sekaligus adanya kadar androgen yang terlalu tinggi di saat yang bersamaan. Alhasil, menstruasi yang tidak teratur pun akan kamu alami.

Namun perlu dicatat bahwa tidak semua periode menstruasi yang tak teratur tersebut disebabkan oleh PCOS. Ada pun faktor lainnya seperti gangguan tiroid atau akibat dari kebanyakan berolahraga tanpa mendapatkan kalori yang cukup.

2. Sulit Hamil

Memiliki keturunan memang bisa menjadi banyak impian dari pasangan muda. Tetapi sayangnya, terkadang butuh usaha keras untuk bisa berhasil mendapatkan kehamilan, terutama bagi wanita yang menderita PCOS.

Pasalnya, wanita yang menderita PCOS cenderung lebih sulit mendapatkan kehamilan dibandingkan dengan wanita normal lainnya. Tetapi bukan berarti tidak bisa sama sekali. Penderita penyakit ini akan membutuhkan waktu lebih lama dengan perawatan yang beragam.

Hal ini karena para penderita PCOS lebih rentan terkena resiko komplikasi saat kehamilan, termasuk hipertensi, preeklampsia, diabetes gestasional, atau bahkan keguguran. Resiko pun akan semakin meningkat drastis jika kamu memiliki badan gemuk atau obesitas.

Jadi, penting sekali untuk menurunkan berat badan beberapa kilo jika kamu ingin mendapatkan keturunan, agar semua berjalan lancar.

Mengontrol gejala PCOS juga perlu dilakukan agar bayi dalam janin nantinya lahir dengan sehat ke dunia. Beberapa cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan menjaga kadar gula darah, menjalani gaya hidup sehat, dan mengonsumsi obat-obatan yang telah diresepkan oleh dokter. Namun jika tidak berhasil, kemungkinan besar kamu harus menjalani perawatan IVF.

IVF sendiri merupakan salah satu prosedur perawatan paling umum bagi penderita PCOS yang ingin memiliki keturunan. Tingkat kemungkinan agar bisa hamil pun akan meningkat hingga 70% menggunakan pengobatan yang satu ini. Dan setelah hamil, proses kehamilan dan tingkat keberhasilan melahirkan pun akan meningkat lagi hingga 60%.

3. Hirsutisme

Hirsutisme merupakan kondisi dimana rambut di wajah dan area lainnya (selain kepala) menjadi tumbuh secara berlebihan. Tanda ini merupakan salah satu gejala dari PCOS yang paling menyusahkan dan terlihat jelas, dan mempengaruhi sekitar 70-80% dari para penderitanya.

Kondisi abnormal ini dipicu oleh kelebihan produksi androgen, atau kelas hormon yang bertanggung jawab terhadap karakteristik dari pria.

Ada beberapa jenis pengobatan yang bisa kamu lakukan demi menekan tanda dan gejala yang satu ini, beberapa diantaranya adalah:

  • Kontrasepsi Oral

    Kamu bisa menggunakan pil KB atau kontrasepsi hormonal lainnya yang mengandung estrogen dan progestin.
  • Anti Androgen. Jenis obat ini mampu memblokir androgen agar tidak menempel pada reseptor di dalam tubuh kamu.

  • Krim Topikal. Eflornithine merupakan salah satu zat dari krim yang digunakan untuk memangkas rambut wajah berlebihan pada wanita.

4. Bertambahnya Berat Badan

Hormon androgen juga bisa membuat kamu mengalami kenaikan berat badan secara signifikan. Faktanya, hormon inilah yang seringkali menjadi penyebab para pria mengalami kegemukan tepat di area perut mereka.

Untuk mengatasi gejala yang satu ini lumayan cukup menantang, beberapa diantaranya:

  • Kurangi asupan karbohidrat
  • Dapatkan banyak serat
  • Konsumsi protein secukupnya
  • Konsumsi lemak sehat
  • Makan makanan fermentasi
  • Latihan mindful eating
  • Batasi asupan makanan terproses dan gula tambahan
  • Kurangi peradangan di tubuh
  • Hindari kebiasaan jarang makan
  • Berolahraga secara teratur
  • Tidur yang cukup
  • Atasi stres
  • Dapatkan suplemen seperti vitamin B

Bahkan sekecil apapun penurunan berat badan yang kamu dapatkan, maka bisa membantu mengatasi gejala PCOS yang mengganggu. Penurunan berat badan pun nantinya bisa mengembalikan fungsi ovarium dan menghasilkan produksi hormon yang normal.

5. Rambut Tipis dan Rontok

Kerontokan rambut juga bisa menjadi hal yang biasa terjadi pada wanita penderita PCOS, sekalipun pertumbuhan rambut di area wajah dan bagian tubuh lainnya cenderung cepat terjadi.

Kerontokan rambut ini sering terjadi di area frontal dan verteks kulit kepala, sehingga mengakibatkan pola kebotakan pada wanita.

Perlu diketahui bahwa rata-rata orang normal akan kehilangan sekitar 100-150 helai rambut setiap harinya. Nah, bagi para penderita PCOS, kehilangan rambut tersebut bisa lebih daripada itu.

Rambut kamu pun tidak akan mampu tumbuh kembali dengan sendirinya. Akan tetapi, kamu bisa melakukan perawatan yang ditujukan untuk merangsang pertumbuhan rambut baru.

Beberapa obat yang seringkali digunakan adalah pil KB, Spironolactone, Eflornithine, dan Electrolysis. Tetap bicarakan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih akurat.

6. Kulit Berminyak dan Jerawat

Kelebihan hormon lagi-lagi menjadi penyebab munculnya gejala pada penderita PCOS. Sebut saja kulit berminyak yang bisa memicu munculnya jerawat. Kondisi munculnya bintik-bintik di permukaan kulit ini pun bisa mempengaruhi area wajah, leher, punggung, dan dada.

Beberapa cara untuk mengatasi jerawat akibat PCOS diantaranya mengonsumsi pil KB, obat anti androgen, salep OTC, retinoid, perubahan gaya hidup, atau dengan mengatasi kulit berminyak itu sendiri.

Namun selain mengatasi dari gejalanya yang muncul, kamu pun tetap harus senantiasa memeriksakan diri ke dokter demi merawat PCOS dari waktu ke waktu.

Jika PCOS tersebut dibiarkan begitu saja, maka bisa menyebabkan masalah kesehatan dalam jangka panjang. Resiko ini pun terkait dengan diabetes tipe-2, kemandulan, penyakit kardiovaskular, obesitas, apnea tidur, penyakit hati berlemak non-alkoholik, dan depresi.

Diagnosa dan pengobatan dini tentunya dapat membantu mengurangi semua resiko tersebut secara signifikan.

Kesehatan
10 Tanda Terkena Penyakit Tipes. Ternyata Tak Hanya Demam Saja
Kesehatan
6 Penyebab Penyakit Jantung Koroner – Penyempitan Arteri Penyebab Kematian
Kesehatan
Makanan Sehat untuk Diet Sehat dan Menurunkan Berat Badan
There are currently no comments.